1 Kasus gas
2 elastis deformasi padat
2.1 Contoh mata
2.2 Yield
2.3 Stres dan ketegangan
2.3.1 Traction-kompresi uniaksial
2.3.1.1 Pemanjangan sejalan
2.3.1.2 Ekspansi
2.3.2 Shear
2.3.3 isostatic
2.3.4 Kasus deformasi besar
2.4 Mengapa hukum mereka linear?
2,5 kompleks Deformasi
3 Catatan
4 Lihat juga
4.1 Pasal Related
Eksternal 4,2 LinksKasus gasSuatu gas terdiri dari molekul yang bertabrakan dan terbang. Mereka juga bertemu dinding kapal yang mengandung gas, yang menciptakan tekanan. Energi kinetik rata-rata molekul sebanding dengan suhu mutlak (Kelvin di):
E_C = \ frac {3} {2} \ cdots k \ cdots Tk adalah konstanta Boltzmann.
Gamis Bahan Kaos
Gamis Grosir
Tekanan gas di dinding tergantung pada jumlah hitungan per detik dan kekuatan dari masing-masing dampak, kekuatan tergantung pada energi kinetik. Jika seseorang menurunkan volume casing tetap menjaga suhu konstan (kompresi isotermal) meningkatkan frekuensi tekanan karena guncangan. Sebaliknya, jika kita memperbesar amplop menurunkan frekuensi guncangan, sehingga tekanan berkurang. Hal ini tercermin dalam hukum perilaku gas, seperti hukum gas ideal, tekanan berbanding terbalik dengan volume:
P \ propto \ frac {1} {V}
2 elastis deformasi padat
2.1 Contoh mata
2.2 Yield
2.3 Stres dan ketegangan
2.3.1 Traction-kompresi uniaksial
2.3.1.1 Pemanjangan sejalan
2.3.1.2 Ekspansi
2.3.2 Shear
2.3.3 isostatic
2.3.4 Kasus deformasi besar
2.4 Mengapa hukum mereka linear?
2,5 kompleks Deformasi
3 Catatan
4 Lihat juga
4.1 Pasal Related
Eksternal 4,2 LinksKasus gasSuatu gas terdiri dari molekul yang bertabrakan dan terbang. Mereka juga bertemu dinding kapal yang mengandung gas, yang menciptakan tekanan. Energi kinetik rata-rata molekul sebanding dengan suhu mutlak (Kelvin di):
E_C = \ frac {3} {2} \ cdots k \ cdots Tk adalah konstanta Boltzmann.
Gamis Bahan Kaos
Gamis Grosir
Tekanan gas di dinding tergantung pada jumlah hitungan per detik dan kekuatan dari masing-masing dampak, kekuatan tergantung pada energi kinetik. Jika seseorang menurunkan volume casing tetap menjaga suhu konstan (kompresi isotermal) meningkatkan frekuensi tekanan karena guncangan. Sebaliknya, jika kita memperbesar amplop menurunkan frekuensi guncangan, sehingga tekanan berkurang. Hal ini tercermin dalam hukum perilaku gas, seperti hukum gas ideal, tekanan berbanding terbalik dengan volume:
P \ propto \ frac {1} {V}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar